With Knowledge, We Can Do Anything Easily

SMS, foto, dan video yang tersimpan di ponsel belum tentu  dapat dihapus secara permanen.

Setiap orang memiliki hubung­an yang kuat dengan ponselnya. Perangkat ini dapat me­nge­tahui detail pembicaraan ra­hasia perusahaan, orang-orang penting di sekitar Anda, dan pesan-pesan rahasia dalam inbox e-mail atau SMS. Sampai saat ini, masih banyak pengguna ponsel menghilangkan SMS pribadi dengan cara menghapusnya saja. Namun, apakah dengan cara tersebut data dalam SMS benar-benar lenyap? Belum tentu. Kebanyakan ponsel menghapus data yang sensitif tersebut dengan setengah hati.  Data hanya dihapus di permukaan memory card saja, tidak sampai jauh ke dalam.  Diperlukan program lain untuk menghapus SMS dan data lainnya secara total.

CHIP mencoba me-restore SMS, kontak, foto, dan video dari ponsel atau smartphone bekas. Hasilnya cukup me­ngejutkan. CHIP bisa mendapatkan data dalam ponsel tersebut, yang tentunya sudah dihapus oleh pengguna sebelumnya. Data berhasil di-restore. Dengan kejadian ini, CHIP akan menunjukkan bagaimana idealnya mengedit ponsel atau smartphone sebelum Anda memberikan atau menjualnya kepada atau publik luas di Internet.

Menghapus data kontak dan SMS
Foto pribadi, SMS, atau kontak memang harus dihapus total sebelum Anda menjual ponsel kepada orang lain. Ponsel harus benar-benar bersih dari data sensitif.

Untuk mengetahui apa saja yang dapat di-restore dari ponsel, CHIP menggunakan program  mata-mata profesional, Paraben Device Seizure (www.paraben.com). Anda bisa mencoba gratis program forensik ini dengan selama 30 hari.

Mengedit SIM Card dengan Mudah pada PC

Mengedit kontak atau menghapus SMS dalam menu ponsel tidak praktis. Jauh lebih cepat dengan sebuah SIM card reader.

Dengan SIM Card reader, Anda dapat menghapus semua data pada SIM card dengan nyaman dan jauh lebih aman daripada melalui menu ponsel. Hubungkan saja ke PC dan edit data kontak Anda dengan nyaman melalui keyboard.

Program akan membuat sebuah arsip dari phonebook dan menyimpan semua SMS pada PC. Di sana Anda dapat mengeditnya dengan mudah dan cepat. Kebanyakan program dari produsen ponsel  juga mampu melakukannya, tetapi model ponsel lama kadang tidak dapat dihubungkan ke PC, atau kabel yang dibutuhkan tidak disediakan dalam paket pembeliannya.

SIM card reader juga praktis bagi keluarga atau pengguna banyak ponsel. Untuk backup hanya dibutuhkan sebuah flashdisk, Anda tidak perlu membeli kabel transfer yang mahal.

Setelah proses install, CHIP menghubungkan  beberapa model ponsel ke PC dan menjalankan program mata-mata ini.Program membuat sebuah image dari memori ponsel yang selanjutnya dapat ditampilkan menggunakan hex-editor terintegrasi.

Pada beberapa ponsel, CHIP berhasil menemukan kontak dan SMS yang sebelumnya telah dihapus pemiliknya. Selanjutnya, CHIP menggunakan Device Seizure untuk me-restore-nya. Hasilnya, banyak data yang bisa di-restore. Sebagian ponsel lagi tidak berhasil ditembus oleh program ini. Dengan hasil ini, tentunya  risiko jatuhnya data sensitif dari ponsel ke tangan yang tidak berhak tidak dapat dipandang ringan.

Apabila Anda memiliki waktu lebih, sedapat mungkin timpa kembali data yang sudah dihapus dalam SIM card dengan data palsu lalu hapus kembali. Cara ini mempersulit program forensik untuk me-restore kontak atau SMS. Untuk menghapus data berulang-kali, idealnya Anda menggunakan SIM card reader. Alat ini banyak ditemukan di toko-toko penjual aksesori ponsel. Bahkan, beberapa Card reader juga sudah memiliki slot untuk SIM card. Dengan alat ini,  Anda bisa mengakses SIM card, men-transfer data kontak dan SMS ke PC, serta melakukan penghapusan langsung dari PC, jauh lebih mudah, nyaman, dan cepat.

Menyingkirkan foto dan video
Saat ini, jauh lebih mudah melacak foto, video, atau rekaman suara pada ponsel. Mengapa? Tipe-tipe ponsel yang ada saat ini, seperti smartphone,  memiliki feature multimedia yang banyak. Ponsel jenis ini merupakan sentra multimedia kecil yang tidak hanya memiliki memori terintegrasi, tetapi juga memori eksternal.

Apabila smartphone dihubungkan ke PC, biasanya PC akan langsung mengenali memory card eksternalnya sebagai media data standar. PC akan mengintegrasikannya sebagai drive dan Anda dapat mengakses penuh melalui Windows Explorer, cara yang sama saat Anda mengintegrasikan USB flashdisk atau digicam.

Apabila Anda memiliki ponsel dengan tipe di atas, akan lebih mudah untuk menghapus data secara total di ponsel, me­lalui program seperti O&O Unerase atau freeware PC Inspector File Recovery. Namun, hal sebaliknya juga berlaku. Peng­guna ponsel berikutnya juga mudah untuk me-restore foto atau video yang tidak di­hapus dengan benar, tanpa banyak repot dan banyak pengetahuan mengenai PC.

Apabila sebelum menjual ponsel,  Anda menghapus data menggunakan fungsi hapus melalui PC dengan membuangnya ke recycle-bin, file hanya dihapus di permukaan. Program di atas dapat mencarinya.  Banyak pengguna ponsel tidak berpikir untuk menghapus SIM card dengan benar. Hal ini dibuktikan CHIP saat memeriksa ponsel-ponsel bekas yang dijual di sebuah toko.  Secara acak CHIP memeriksa ponsel tersebut dan ternyata CHIP banyak menemukan foto, MP3, dan rekaman suara.

Membersihkan memory card dengan benar
Jika Anda ingin menjual ponsel kepada orang lain, Anda perlu membersihkan “otak” ponsel terlebih dulu. Singkirkan semua data dengan tuntas. Anda bisa menggunakan program seperti O&O SafeErase.

Program ini memungkinkan penghapusan cepat dengan menimpa data de­ngan angka-angka 0 (nol). Trik ini tidak hanya berfungsi pada microSD dalam ponsel, tetapi juga pada USB flashdisk, memory card kamera digital, dan harddisk. Sebuah solusi pintar karena sekali ditimpa, file tidak dapat di-restore.

CHIP sangat tidak menganjurkan untuk menghapus file ke recycle-bin. Melalui recycle-bin karena hanya 2 byte yang diubah dari tabel partisi. Nilai-nilai lain seperti nama file masih ada. Inilah yang dimanfaatkan program penyelamat data.

Ponsel Sebagai Penyebar Virus: SIM Card Menginfeksi PC

Ketika membeli sebuah ponsel, ada baiknya Anda memeriksa microSD card-nya juga. Hal ini penting untuk mencegah penularan virus dari memory card ke PC Anda.

Langkah hati-hati tidak hanya berlaku saat Anda menjual ponsel. Saat membeli pun juga harus bersikap waspada. Bahaya dapat mengintai dari balik ponsel yang Anda beli. Bisa saja, memory card dari ponsel yang Anda beli  membawa malware berbahaya akibat proses hapus data yang tidak sempurna. Hal ini tidak hanya berlaku saat Anda membeli ponsel bekas. Ponsel baru pun perlu diwaspadai memory card-nya.

Kejadian yang terjadi di luar negeri ini patut dipertimbangkan. SIM card dari sebuah ponsel HTC Vodavone yang dibeli oleh salah satu karyawan Panda Antivirus ternyata bervirus. Awalnya, pihak Vodafone yang memiliki SIM card tersebut menyatakan hal ini merupakan kasus unik. Namun ternyata ditemukan beberapa kasus serupa di Eropa (3000 kasus di Spanyol). Kejadian ini membuat Vodavone turut menyelidikinya. Hasilnya, menurut Vodafone, SIM card dimasukkan belakangan ke da­lam perangkat. Ada penjahat yang sengaja membuka kemasan dan menukar SIM card baru dengan SIM card berisi malware. Selanjutnya, Vodafone merespon dengan mengirimkan SIM card pengganti dan program removal yang tepat. Akan tetapi, jika pengguna tidak awas, virus atau trojan dapat terus tersimpan dalam ponsel dan memungkinkan untuk mengirim data pribadi ke hacker.

VIRUS HP DATANG
Menurut laporan Kaspersky, virus ponsel memang belum banyak di Eropa. Di Asia lebih tersebar luas. Malware dapat mengirim SMS ke nomor premium sehingga meningkatkan biaya pulsa. Virus pada ponsel memiliki fungsi yang sama seperti pada komputer, yaitu mencuri password, login, dan nomor kartu kredit.

Sebuah skenario yang mungkin saja te­lah terjadi: Para penjahat berhasil membangun jaringan bot ponsel. Ukurannya bisa lebih besar daripada jaringan bot PC karena pengguna ponsel jauh lebih banyak dibanding pengguna komputer.

Di Jerman belum ada jaringan bot ponsel, tetapi upaya-upaya pertama untuk membangunnya sudah ada. November 2009 sebuah malware tidak berbahaya berhasil masuk ke Jailbreak iPhone. Tidak ada kerusakan, tetapi merupakan konsep serangan untuk jaringan bot ponsel.

Memang ada banyak sistem operasi ponsel sehingga menyulitkan pembentukan jaringan bot. Namun, virus ponsel yang diprogram dalam Phyton atau Java berfungsi pada berbagai platform. Perangkat Symbian dan Windows Mobile kini semakin sering menjadi sasaran hacker. Bahkan, menurut Kaspersky, akan semakin banyak malware yang menyerang ponsel android karena program-program android bisa juga didapatkan selain dari android market. Lain halnya dengan iPhone, iPhone hanya mengandalkan Apps Store-nya.

(Dikutip dari http://chip.co.id/articles/)

About these ads
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: