With Knowledge, We Can Do Anything Easily

Kebutuhan untuk memindahkan sudah ada sejak awal peradaban. Dulu informasi penting ditulis di atas clay tablet atau papyrus dan disimpan agar terlindung. Namun, yang menjadi media penyimpanan digital pertama sebenarnya adalah kartu berlubang. Herman Hollerith (1860-1929) mengembangkan sistem kartu berlubang. kartu ini digunakan untuk menyimpan data sensus penduduk AS tahun 1890-1891. Pada tahun 1896, Hollerith kemudian membentuk Tabulating Machine Company yang kemudian berubah nama menjadi IBM (International Business Machine).

1890- Hollerith Hollow Card

Untuk pertama kalinya, kartu berlubang digunakan sebagai media penyimpanan data digital pada sensus penduduk di AS dari tahun 1890-1891.

1937-Pita Berlubang

Penemu komputer, Konrad Zuse, menggunakan pita berlubang untuk memasukkan kode data ke dalam Z1 miliknya. Pita berlubang digunakan sebagai penyimpanan data sampai tahun 80-an, terutama di instansi pemerintah.

1969-Floppy 8 Inci

Penemuan Floppy Disk menjadi millestone dalam perkembangan media penyimpanan. Pada tahun 1969 sekelompok peneliti IBM yang dipimpin oleh Alan Shugart memperkenalkan disket 8 inci pertama berkapasitas 80 kilobyte.

1976-Floppy 5,25 Inci

Disket 5,25 inci dapat menyimpan data sebesar 720 KB dan merupakan satu-satunya penyimpanan data mobile bagi pengguna pribadi, sampai digantikan dengan floppy 3,5 inci.

1983-SyQuest Drive

Removable harddisk ini tergolong media data yang mahal, namun menawarkan transfer data yang cepat dan relatif besar kapasitasnya. SyQuest berhasil denga sebuah disk 100 mm dan menawarkan kapasitas sampai 5 MB.

1989-Compact Disk

Akhirnya, semua pengguna dapat membakar CD. Media ini pada awalnya masih mahal. Namun, harga media ini kemudian turun dan terus terjangkau.

1991-MO Disk

Magnetic Optical Disk memang lebih aman dari pada CD atau disket. Namun, harga drive dan medianya lebih mahal sehingga tidak cocok sebagai produk massal. Sony berusaha untuk mempopulerkan Minidisk sebagai penyimpan data, namun tidak berhasil.

1994-Iomega Zip

Iomega meluncurkan Zip ke pasar dengan kapasitas 100 MB. Media ini tadinya dirancang sebagai pesaing Floppy Disk 3,5 Inci. Sayangnya tidak berhasil karena strategi marketing yang kurang baik.

1995-Smart Media

Toshiba mempromosikan Smart Media Card sebagai saingan untuk CompactFlash yang telah diperkenalkan sebelumnya oleh SanDisk. Namun, justru SD Card yang muncul tahun 1999 menjadi standar hingga kini.

1996-Dov Moran, penemu USB flashdisk ini pada awalnya meremehkan temuannya. Ternyata, memori baru NANDFlash ini mampu menggantikan disket 3,5 inci yang sudah berjaya belasan tahun.

1998-Tesafilm

Ahli fisika, Steffen Noethe dan Matthias Gerspach, menemukan bahwa Tesafilm dapat dirancang untuk data dengan menggunakan laser.  Sementara itu, muncul beberapa solusi pentimpanan data berbasis pada adhesive tape pintar tersebut.

2001-DVD-R

Media data dengan kapasitas lebih dari 4 GB diperkenalkan dan segera dapat terjangkau ke oleh semua pengguna PC.

2002-Blu-ray

Laser biru ini memungkinkan struktur data yang lebih halus pada media optik. Setelah bersaing dengan format lain, Blu-ray akhirnya unggul dari HD-DVD dan menjadi media HD Video mulai tahun depan.

2003-Iomega

REV merupakan sebuah sistem removable hard disk 2,5 inci dengan kapasitas 35 GB yang sudah mengintegrasikan motor dan disk. Hanya elektronik dan read head yang berada dalam drive.

2005-U3

Aplikasi dapat berjalan langsung dari USB Flash Disk tanpa harus di-install pada sistem operasi.

2008-HAMR

Sebuah kombinasi dari laser dan magnet head memungkinkan kepadatan data yang lebih besar daripada hard disk. Teknik ini sudah siap diproduksi.

2009-Bakteri Sebagai Bio Memory

Bakteri Deinococcus radiodurans merupakan salah satu media penyimpanan masa depan. Sekuen data dikode sebagai DNS dan ditanamkan pada bakteri yang tangguh. Bahkan, setelah ratusan generasi, data masih tersimpan dan menggandakan diri miliaran kali.

(Dikutip dari CHIP 03/2009)

%d bloggers like this: